Kamis, 17 September 2009

percayalah padaku....

jiwa yang tertutup kabut....
lisan yang beku...
hati yang senantiasa gerimis....
kenapa harus bingung tuk memilih
apa yang telah tejadi pada hamba yang dulu tak kenal duka
padahal batinnya muram,
senyumnya tak pernah lekang....
sayang....
terimalah uluran tangan dan hatiku
menyapa hening kilau tangismu
menyentuh hati yang gersang dan takut
kenapa enggan percaya?
apa karena hati pernah terluka,
hingga tak mau ada yang kedua...
sedemikian dalam kah
hingga mengurung diri adalah pilihanmu?
lepas...
biarkan aku menjagamu,
mengobati sedih dan mengusap tangismu...
adaku untukmu....
janjiku padamu....
hidup matiku adalah jaminan
kutawarkan untuk sejuta senyummu...
aku untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar