Kamis, 06 Agustus 2009

penciptaan seorang ibu

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu.

Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut :

"Tuhan, banyak nian waktu yang Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"

Dan Tuhan menjawab pelan :

"Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan ?",

1. Ibu ini harus waterproof (tahan air/cuci) tapi bukan dari plastik.

2. Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai.

3. Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya.

4. Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anak dan suaminya.

5. Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan hati yang sedih.

6. Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan

7. Enam pasang tangan!!!!"

Malaikat menggeleng-gelengkan kepalanya : "Enam pasang tangan...?

"Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur segalanya menjadi lebih baik....", balas Tuhan.

8. Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu."

"Bagaimana modelnya?" tanya malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk.

"Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya "Apakah yang sedang kau lakukan disitu?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya.

"Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat kebelakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya.

Mata itu harus bicara! Mata itu harus berkata : "Saya mengerti dan saya sayang padamu."

Meskipun tidak diucapkan sepatah kata.

"Tuhan." kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah."

"Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai."

9. Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.

10. Ia harus tetap memberi makan 5 orang dengan uang yang menipis diakhir bulan.

11. Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi....."

Akhirnya malaikat membalik-balikkan contoh Ibu dengan perlahan. "Terlalu lunak", katanya memberi komentar.

"Tapi kuat!' Kata Tuhan bersemangat. "Tak akan bisa engkau bayangkan betapa banyak yang bisa ia tanggung, pikul dan derita."

"Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.

"Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, idea dan "berkompromi", kata Sang Pencipta.

Akhirnya malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini."

"Itu bukan kebocoran", Kata Tuhan. "Itu adalah air mata....air mata kebahagiaan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan, air mata kesepian, air mata kebanggaan, air mata...air mata...."

"Tuhan memang ahliNya....", malaikat berkata pelan.

> Subhanallah....Mulialah engkau wahai para ibu....

tunjukkan padaku...

lepas....
biarkan dia bebas
melangkah atau menari, biarkan ia tanpa kekangan...
biar saja dia tertawa...
biar saja dia menangis...
lepas!

"aku ingin bebas!", kataku...
tertawa... dunia menertawakan keinginan konyolku

NAIF!
itu katanya....

apa aku salah?
salah dalam meminta...
salah dalam mengharap...
salah dalam bertutur...
salah dalam bergerak...
diam

terkunci
semua pinta hatiku terikat...

aku menangis...
aku tak ingin semuanya jadi begini!
aku harus gimana?!

poem

hati....
bagai samudra tak bertepi,dalam..
ombaknya susah diperkirakan...
terbaca lewat guratan raut muka...
dalam tangis dan tawa...
dalam hening dan ramai...

hati...
rapuh bagai lapisan air,tak bisa digenggam...
kuat dan tegar....

hati...
andai ia bisa dibaca dengan gampang...
andai bisa diramalkan...
duka apa yang akan kusembunyikan dari dunia..?

memuji atau mengejek yaw..?

memuji atau mengejek?

" kamu manis.. "
"kamu..... bla... bla...bla..!"
percaya ta? semuanya aja ngomongnya manis - manis gitu... realitanya? ngomong itu gampang,tapi merealisasikan omongan itu yang susah. apa ga inget ya sama ancaman dalam Al - Qur'an?
intinya... semua yang kita lakukan itu nantinya akan dihisap juga... dihitung satu - persatu. trus... kamu mau lari kemana? mungkir?
tanggung jawab!
sudah siapkah kamu untuk mati dan menghadapi apa yang telah kamu lakuin?
setiap pujian yang terucap... setiap ejekan yang tersirat... Allah lebih tau dari diri kamu sendiri.. apa ya kamu ga takut?
sadar.
butuh kesadaran dalam sadar tidak sadarnya kita. mengingat apa yang kita lakukan itu nantinya pasti imbasnya ke kita juga.. so?
jaga diri.. jaga hati... jaga lisan!