Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poem. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 April 2011

what should i do?

aku melangkah...

berjalan menyusuri setapak yang terhampar

sejenak aku berhenti dan bertanya, apakah jalan ini untukku?

aku hanya ingin tersenyum, ringan...

lelah kupaksa hatiku untuk berdamai,

dan aku tersenyum



sesak...

tenggorokanku bagai tersekat,

banyak kata yang terkunci dan tak terucap...

semua tersimpan...

dan semua baik-baik saja



apa yang harus aku lakukan???

aku tak menganggap dunia tak berpihak padaku,

pun aku tak berfikir ini adalah ketidakadilan untukku

aku hanya tak berdaya untuk menghadapi diriku sendiri

aku yang mana yang harus tampil??

too complicated??



apa yang harus aku lakukan???

aku hanya ingin melangkah menuju arah yang kuyakini

titian paranada yang kulalui,

melodi yang kugenggam....

aku akan menyanyikannya



dan mungkin....

ini adalah saatnya untuk kembali,

aku akan pulang dan semua akan baik-baik saja



ritme yang sama, tempo yang sama,...

dan aku akan mainkan lagu itu sekali lagi

Aturan & Konsep Fungsi Cinta Suci

Adinda…

Jika akar – akar persamaan kuadrat… x1 dan x2…

Maka x1 adalah diriku… dan engaulah x2 nya…



Tanpa dirimu, hatiku bagaikan himpunan kosong…

Saat kau hadir di depanku, sinus kosinus hatiku pun bergetar…

Membelah hatiku…

Saat kau jauh hatiku gelisah… seakan…

Kita pun jauh sejauh titik tak hingga…

Membuatku ingin selalu dekat… dekat… dan terus dekat…

Bersama dengan dirimu… bagaikan garis yang sejajar…



Entah dengan modus apa ku jelaskan ini semua…

Modus ponens kah… tollens… atau… silogisme kah…

Untuk memecahkan logika hatimu…

Dan membuat diagonal – diagonal ruang hatimu…

Bersentuhan dengan diagonal – diagonal bidang hatiku…



Tapi itu semua, cumalah sebuah garis khayal dalam benak pikiranku…

Karena daerah grafik fungsi cinta terbatasi oleh titik agama…

Ooo…Ku harus menyimpan semuanya dalam kotak impianku…

Ku harus terus jalani hidup ini dalam barisan aritmatika ku…



Adinda…

Akankankah kau mau menungguku…

Hingga ku siap menjadikanmu sebagai daerah bagian hidupku…



Tapi…akankah peluang itu ku dapatkan…

Akankah waktu memihak kepadaku…

Jawabannya…

Allah lah yang mengatur semua grafik dan tabel kehidupanku…

Dan kini ku hanya dapat berusaha dan terus berdoa…

Ya Allah…kalau dia memang jodohku…

Jadikanlah ia sebagai volume ruang kehidupanku…

Amin…



Karya : Dedi Lealdi



http://4.bp.blogspot.com/

i wait for love

Sunting
I wait for love,,,
oleh Aishka Az Zahra Fillah pada 26 Februari 2011 jam 6:47

Ya Allah,,,

Ampunilah aku,

karena aku jatuh cinta pada selain-Mu,

Ya Allah,,,

Jika aku ditakdirkan jatuh cinta,,,

Cintakanlah aku pada seseorang,,,

yang melabuhkan cintanya pada-Mu,,,



Amin,,,



Ya Allah,,,

Haramkah aku,bila hatiku jatuh cinta

Tuhan pegangi hatiku,biar aku tak jadi melanggar

Aku cinta pada dirinya,cinta pada pandang pertama

Sifat manusia ada padaku,aku bukan Tuhan



Haramkah,bila aku terus menantinya

Biar waktu berakhir,bumi dan langit berantakan

Aku tetap ingin dirinya,tak mungkin hatiku berdusta

Hanya Engkau yang bisa jadikan yang tak mungkin menjadi mungkin

Aku hanya ingin cinta yang halal dimata dunia juga akhirat



Tuhan sayangi aku,,,



Aku hanya ingin cinta yang halal

Dengan dia tentu atas ijin-Mu



Tuhan beri aku cinta,

Ku menanti cinta,,,



http://4.bp.blogspot.com/

*dengan sedikit editing

Dalam cinta yang sempurna

mereka berkata tentang cinta,

bercerita tentang cinta....

berlagu dalam cinta,

berpuisi makna cinta,

menari diantara keindahan cinta....



entah cinta yang seperti apa,

apakah sama dengan cintaku?



tak ada cela dalam cintaku,

tak ada setitik benci di dalamnya...

tidak ada tuntutan,

hanya ada harapan dan ketulusan...



sekali lagi mereka meneriakkan cinta,

tercekik oleh cinta,

menangis dan tertawa karena cinta....



apakah cintaku juga sama seperti itu?



tidak ada sakit dalam cintaku,

tidak ada dendam dalam samudra cintaku

untaian keikhlasan dan pengorbanan

dalam dan tak terbatas....



mereka hidup dan mati karena cinta

mereka memohon dan meratap untuk cinta



mungkin demikiankah cintaku?



cintaku hidup dengan kuat dalam diriku,

cintaku datang dikala aku tengah menanti sebuah cinta,

dalam penantian berbalut kepasrahan,

lillah...



bukan kala derita tiba,cintaku menyapa...

bukan kala suka berkunjung, cintaku setia...

cintaku adalah cinta yang sempurna



cinta ada dalam helaan nafasku,

cinta ada dalam detak jantungku,

cinta ada dalam desir aliran darahku,

cinta ada dalam derap langkahku,

cinta ada dalam melodi jiwaku....

cintaku ada dimanapun, disekelilingku,

bersamaku...



dalam dekapan cinta yang sempurna,aku hidup...

dalam alunan lagu cinta, aku tumbuh...

dalam iringan cinta, aku menabur harapan dalam doa...



dalam cinta yang sempurna,

cinta kepada Yang Maha Sempurna....

cinta kepada Yang Maha Indah....

cinta kepada Yang Maha Kuasa....

cinta kepada yang memegang kendali atas cinta...

cinta yang setia dan tak kenal benci

ia abadi

Rabb, aku jatuh cinta...

memandang hamparan lukisan alam,

senandung takbir dan tasbih menggema, membahana dalam ruang jiwaku....

lututku terasa lemas,

aku terjatuh...



tiada ungkapan yang sempurna sebagai gambaran rasa...

rindu yang membuncah dalam ruang jiwaku...

berpadu dengan cinta yang meluap tanpa bisa terbendung lagi



kata apa yang bisa menggambarkan semua ini dengan tepat?

kerinduan ini..... kecintaan ini....

air mata membanjir mencoba mengurai rasa yang menggelegar dalam sukma



Tuhan, hanya Engkau yang tau apa yang terjadi padaku...

hanya Engkau yang tahu, ungkapan apa yang tepat untuk rasaku....

rindu yang mencengkeram kuat nadi-nadiku,

cinta yang bagai kabut tebal, membungkus kuat syaraf-syaraf ragaku...



diatas sajadah kusamku,

dalam dekapan malam yang gelap dan dingin,

aku datang kepadaMu....

dengan cinta dan kerinduan yang sangat....



Rabb, aku tengah jatuh cinta....

aku ingin merengkuh hidayah yang Engkau hampirkan padaku

dalam cinta yang sempurna, dalam kerinduan yang lengkap...

aku jatuh cinta padaMu....

masih lamakah?

Menunggu janjimu, aku disini
Mengharap hadirmu, aku bertahan
Ini nyata, dan aku masih disini....
Penantian itu belum berakhir,
Bahkan ia terasa tak berujung....
Dingin angin kerinduan memeluk erat jasadku,
Rabb, mampukah aku bertahan dan bertawakal?

Ku mencintaimu, UTUH TAK TERSENTUH

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..



Jodoh dan kematian adalah rahasi-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul ma...hfuzh..



Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar? Tidak, aku tak sudi.. Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..



Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?



Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga… Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?



Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…



Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah? Jika kau, para lelaki, menjawab ‘ya’ maka, itu pula yang kami, wanita, rasakan..



Takkan pernah bosan ku ingatkan, bahwa yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .



Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Kerana apa kau habiskan airmatamu?…. untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?



Dan ku katakan padamu. Mungkin kau yang akan memilihku belum ku cinta saat itu. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, kau ku cinta…



Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan..



Dan tak akan pernah ada ragu ku katakan kuserahkan cintaku UTUH TAK TERSENTUH, padamu.. Hanya padamu.. ya, hanya padamu dan untukmu duhai cintaku….

selamat malam cinta...

assalamualaikum wahai para pecinta,

yang bersenandung dalam hening,

yang bercengkrama dalam sepi...



salam wahai para pecinta....

yang menyapa malam ketika gelap meninabobokan jagad raya,

yang bercinta dengan Sang pecinta,

Pemilik segala cinta dan muara semua kasih....



bermunajat kala mimpi mendekap ribuan nyawa yang lain....

satu dalam seribu, menyapa Tuhan dan bermesra...

malaikat memandang iri,

dalam cinta dan kerinduan....



dalam hening kita berbisik,

dalam tenang kita berbincang....

diantara desahan angin malam,

membasuh jiwa dengan tangis tawakal dan taubat...

berharap dosa kan terhapus, memohon limpahan cinta dan kasih....

seorang hamba yang merindu, dalam sebuah sujud qiyamul lail

welcome

Rindu menyeruak diantara luapan kegembiraan.
Tangis mengalir, menggaungkan rasa...
Asa yang tak tersentuh, ia terlupakan...
Kini ia kembali, mengetuk semua harap yang ada di depan mata...
Membawa kembali kepada masa silam yang tlah terkubur mimpi yang baru...
Tuhan, bisakah aku menggenggam semua angan yang tercipta?

Mengatur komposisi musik, memilah nada...
Ramai genderang mengiringi tarian nada tuts piano jari-jariku...
Semuanya kembali padaku, sempurna...
Rasa rindu....
Rasa cinta....
Berpadu indah dalam simfoni hatiku..
Selamat datang cinta......

Senin, 27 September 2010

untuk tetap bertahan bersamamu

Dalam sadarku...
aku melihat sebuah mimpi
Kala mataku terpejam.....
aku menemukanmu disana.
Kala putus asa menghampiriku.....
aku menemukanmu dalam hatiku
Kala rasa sedih datang menyapa.....
aku menemukanmu dalam senyumku.
Kala rasa bimbang menyergapku....
aku menemukanmu dalam hati dan jiwaku.
Dalam pengembaraanku.....
aku menemukanmu sebagai penunjuk arah,
Sebagai petunjuk hidup,
penerang langkahku

Tak jarang hati tertutup oleh kabut
Hening dan menyiksa
Aku tak pandai merangkai kata
Saat akupun tak lagi mampu membaca jiwa dan batinku
Pegang tanganku dan jangan pernah kau lepas
Yakinkan aku... kau takkan meninggalkanku

Meski aku berlari, menghilang dari gempita dunia
Kejar aku...
Saat aku terjatuh dan terluka
Ulurkan tanganmu dan temani aku menyembuhkan lukaku...
Saat aku menangis
Usapkan jarimu di pipiku, ingatkan aku untuk kembali tersenyum...
Dan saat aku mencoba berpaling darimu
Sadarkan aku dari pikiran bodohku...
Dan saat hatiku rapuh untuk mencintaimu
Kuatkan aku dengan kuatnya rasa cintamu padaku...

Saat kita punya kelebihan, kita saling berbagi...
Dan saat kita kekurangan, kita saling melengkapi dan mengisi....

Minggu, 27 September 2009

harap....

sama.... keadaan itu tak berubah
dan aku mulai jengah...
lelah menunggu
perubahan musim tak jua tentu

sakit.....

hening..
tetap menunggu
aku disini

Kamis, 17 September 2009

percayalah padaku....

jiwa yang tertutup kabut....
lisan yang beku...
hati yang senantiasa gerimis....
kenapa harus bingung tuk memilih
apa yang telah tejadi pada hamba yang dulu tak kenal duka
padahal batinnya muram,
senyumnya tak pernah lekang....
sayang....
terimalah uluran tangan dan hatiku
menyapa hening kilau tangismu
menyentuh hati yang gersang dan takut
kenapa enggan percaya?
apa karena hati pernah terluka,
hingga tak mau ada yang kedua...
sedemikian dalam kah
hingga mengurung diri adalah pilihanmu?
lepas...
biarkan aku menjagamu,
mengobati sedih dan mengusap tangismu...
adaku untukmu....
janjiku padamu....
hidup matiku adalah jaminan
kutawarkan untuk sejuta senyummu...
aku untukmu

Minggu, 06 September 2009

kuasaNya

semua kata yang terangkai...
setiap hal yang terucap...
setiap detik yang terlalui...
semua tentang aku...

apa yang tak terbagi..
tak ada yang tersembunyi
meski gunung meyakinkan....
aku tak percaya

tak ada yang bisa kusimpan,
kusembunyikan
dibalik ketidakberdayaanku

transparan..
semua begitu jelas
apalagi yang tak terbagi

di depan Tuhanku
aku tak berarti,
pun aku tak berdaya
apa yang bisa kupeti emaskan
bila hatikupun Kau tau
tak ada rahasia

Kamis, 06 Agustus 2009

tunjukkan padaku...

lepas....
biarkan dia bebas
melangkah atau menari, biarkan ia tanpa kekangan...
biar saja dia tertawa...
biar saja dia menangis...
lepas!

"aku ingin bebas!", kataku...
tertawa... dunia menertawakan keinginan konyolku

NAIF!
itu katanya....

apa aku salah?
salah dalam meminta...
salah dalam mengharap...
salah dalam bertutur...
salah dalam bergerak...
diam

terkunci
semua pinta hatiku terikat...

aku menangis...
aku tak ingin semuanya jadi begini!
aku harus gimana?!

poem

hati....
bagai samudra tak bertepi,dalam..
ombaknya susah diperkirakan...
terbaca lewat guratan raut muka...
dalam tangis dan tawa...
dalam hening dan ramai...

hati...
rapuh bagai lapisan air,tak bisa digenggam...
kuat dan tegar....

hati...
andai ia bisa dibaca dengan gampang...
andai bisa diramalkan...
duka apa yang akan kusembunyikan dari dunia..?

Senin, 22 Desember 2008

diary

Dear deary…


Apa kata lain dari kerinduan?

Adakah kiasan lain tuk menamai sebuah kerinduan?

Aku tak mampu memaknai adaku tapi… dia mampu membuatku menyadari artiku,

Walau itu hanya baginya

Aku bukanlah orang yang kuat hatinya…

Aku rapuh…mungkin lebih rapuh dari pada mawar

Astaghfirullah….

Lindungi dan kuatkan aku ya Rabb-ku


Kerapuhan dalam diriku akan menjadikan aku lebih kuat,

dan tidak bertepi jika Kau selalu membisikkan kebaikan janjiMu.

Izzati dalam hati, kuburlah keinginan dalam diri

Sucikan, karena Robb adalah Maha Suci

Beri kekuatan setiap jengkal kaki yang melangkah untuk menatap surga

Dan tutuplah panca indra!


Jumat, 19 Desember 2008

sebuah pilihan

aku memilih agar dia bahagia

aku memutuskan suatu langkah..
hal yang tak mungkin untuk aku tarik ulang dan aku batalkan...
sesuatu yang harus ku lakukan
karna aku telah memutuskan...
aku memutuskan untuk memilihnya dan menerima adanya...
kurang dan lebihnya...
aku memilih untuk menyayanginya..
untuk ada di sampingnya...
untuk memberikan senyum dan tawa baginya...
aku tak memilih agar aku bahagia...
aku tak meminta aku mendapatkan surga atau apapun itu...
yang aku mau... dia bahagia
biar aku terluka...
karena aku telah memilih sendiri...
aku ada agar dia bahagia...
aku memilih agar dia tertawa...
karena bahagianya karena aku....
adalah kebahagiaan tersendiri bagiku